Selasa, 04 Februari 2014

Program Kerja RSR



  • Bursa Lukisan bersama Bunga Art Gallery
  • Pameran Arsitektur dan Pemutaran Film Dokumenter Koleksi Museum Braga
  • Desain Arsitektur berbasis Filosofis Sunda & Bambu: Konsultan Arsitektur & Planologi untuk Rumah, Perumahan dan Perencanaan kawasan bersama PT. ARSIPLAN
  • Latihan Mamaos, Kecapi & Suling bersama Cacandran Tembang Sunda
  • Workshop Iket bersama Komunitas Iket Sunda (KIS)
  • Workshop Melukis bersama Bunga Art Gallery
  • Diskusi Seni Budaya dan Lingkungan hidup
  • Riungan Kasundaan bersama Kabuyutan Braga
  • Pagelaran Seni Tradisi , Kekinian dan Kontemporer
  • Pameran Lukisan, Fotografi dan Arsitektur
  • Menyediakan tempat kepada pihak Pemerintah, komunitas seni, sekolah, organisasi dan lembaga kebudayaan lain sebagai ruang Pameran, Festival dan kegiatan temporer lainnya.

Visi dan Misi RSR



VISI
Menjadi rumah seni terdepan dalam memberikan kontribusi yang memperkaya dunia seni khususnya Kota Bandung, sehingga merangsang kegairahan perkembangan kebudayaan dan pengembangan kreativitas masyarakat, melalui peran aktif terhadap seni, komunitas seni  dan kebersamaan masyarakat dengan seni sehingga dapat mewujudkan cita-cita kesejahteraan masyarakat Kota Bandung.

MISI
Membangun program yang dapat meningkatkan peran aktif dan kebersamaan masyarakat dengan seni melalui peran dan fungsinya sebagai:

         Wadah pelaku seni dalam mengaktualisasikan karyanya
         Sarana revitalisasi dan edukasi kawasan historis braga
         Sarana akulturasi dengan budaya asing
         Sarana riset dalam konteks community development
         Pusat perawatan dan konservasi lingkungan sekitar

Latar Belakang RSR



Seni menurut ensiklopedia britanika adalah seluruh kegiatan yang berhubungan dengan kreativitas yang menghasilkan benda-benda estetis yang mampu dibagikan kepada masyarakat luas. Yang juga dapat diartikan sebagai kegiatan berbagi barang produksi yang indah yang bukan menjadi ranah pribadi tetapi menjadi ranah kelompok. Karena itu, manusia dilahirkan menjadi kemampuan untuk mencipta bagi sesamanya yang memang secara kodrati diturunkan semenjak mereka diciptakan. Jika menilik pada uraian bahwa seni itu sebenarnya adalah keindahan yang dibagikan pada sekitarnya, maka dengan adanya Rumah Seni Ropih diharapkan seni itu dapat menciptakan tatanan hidup yang lebih indah.
Bandung Kota Budaya. Julukan ‘Bandung sebagai kota budaya’, secara historis dan faktual, memang tak berlebihan. Tak terbilang banyaknya: gagasan, pikiran, perilaku, yang ada di kota Bandung serta tabiat yang dilakoni warganya,  jadi sebentuk inspirasi segar bagi setiap ‘orang luar’ yang singgah ke kota Bandung. Bukan hanya lingkungan fisik kota saja yang memberikan ciri yang khas tentang Bandung, tapi juga masyarakat dengan berbagai aktivitas kreatifnya yang sering mengingatkan orang. Bandung tak hanya kenangan pengalaman seseorang tentang tempat, sebuah lokasi, tapi juga: gedung-gedung, lembaga, jalan-jalan, pepohonan, udara, tempat tinggal, pakaian, makanan, jajanan, hingga berbagai gaya dan pernak-pernik hidup.
Bandung sebagai Kota Tradisi & Kreativitas. Seorang penyair mahsyur berkebangsaan Inggris, TS Eliot, pernah mengatakan, bahwa: ‘Tradisi, pertama-tama,  mencakup rasa kesadaran sejarah’. Maka memaklumi tradisi tidaklah berarti hanya mengenal dan memahami apa yang sudah berlalu, tapi juga menyadari kehadirannya di masa kini. ‘Makna tradisi sebenarnya jauh lebih luas, tidak dapat diwariskan; tetapi jika kita menghendakinya’, ungkap Eliot, ‘kita akan mendapatkannya dengan cara kerja keras’. Tradisi memang bukan soal yang niscaya, seolah-olah sudah ada ‘demikian saja’ dan kita tinggal menggunakannya. Upaya dengan kerja keraslah adalah syarat yang kita perlukan untuk tahu, paham, serta sadar akan tradisi. Dengan demikian ‘hidup matinya’-nya suatu tradisi berkait pada para ‘pewaris’nya untuk memiliki kreativitas hingga bisa terus menerus menghargai dan menjalankannya. Di sini, pengertian tentang ‘tradisi’ memang tak hanya mencakup soal ‘batas-batas’ tapi juga perkara ‘melampaui batas-batas’ tertentu untuk menjadikan tradisi itu tetap bermanfaat dan berdaya guna secara baik. Untuk itu Rumah Seni Ropih  berusaha meneruskan tradisi dan kreatifitas ini dalam bentuk karya seni.

Jumat, 19 Juli 2013

Sejarah RSR



Rumah Seni Ropih  merupakan suatu Organisasi Kemasyarakatan Bidang Seni Budaya, yang berperan aktif dalam menanamkan pemahaman kebhinnekaan, memperkokoh  jati diri bangsa, menumbuhkan kebanggaan nasional, dan mempererat persatuan bangsa, berperan aktif dalam mengembangkan kebudayaan melalui dialog, temu budaya, sarasehan, serta memberikan masukan dan membantu kepala daerah dalam pelestarian kebudayaan.
Rumah Seni Ropih didirikan oleh Ropih Amantubillah pada tahun 2010 yang menempati pada bangunan art deco (Stocker) di Jalan Braga nomer 43 Bandung. Bangunan ini memiliki ruang utama yang dipergunakan sebagai sebuah galeri. Lalu yang menarik dan menjadikan bangunan ini sebagai sebuah ruang budaya adalah dengan memunculkan ruang bawah tanahnya menjadi sebuah ruang pamer. Ruang budaya ini memiliki pelataran belakang yang menjadi sebuah ruang jeda untuk masuknya kembali pertunjukan seni-seni tradisi, ruang diskusi komunitas dan sebagai ruang yang mampu mempertemukan antara para seniman dengan apresiatornya.